DFSK Suntik Mati Glory i-Auto di Indonesia

Jakarta, Embodyment Salon Indonesia

—

Sokonindo Automobile (

DFSK

Indonesia) mengonfirmasi telah menyuntik mati salah satu produk mereka yang bermain di segmen SUV, yaitu Glory i-Auto.

Statusnya saat ini hanya tinggal menghabiskan stok yang tersisa di dealer, sedangkan produksinya telah berhenti dilakukan sejak dua tahun lalu.

“Sebenarnya dari dua tahun lalu, kami gak produksi dan sekarang hanya sisa-sisa penjualan terakhir,” ungkap Cin Hok Rifin, Director of Sales Center of PT Sokonindo Automobile di Jakarta, Rabu (24/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan saat ini masih memajang Glory i-Auto sebagai bahan jualan di situs resmi. Harga mobil ini mulai Rp365,2 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi terakhir ke dealer i-Auto terekam terjadi pada Maret 2026 dengan total 30 unit.

Menurut Rifin keputusan menyetop produksi adalah bentuk implementasi atas fokus prinsipal yang lebih mengedepankan kendaraan elektrifikasi mulai dari hybrid hingga mobil listrik berbasis baterai.

Keputusan ini juga menambah deretan produk DFSK yang telah disuntikmati di Indonesia yaitu Glory 580 dan Glory 560.

Kini hanya tersisa pikap Super Cab sebagai satu-satunya model dengan mesin konvensional DFSK untuk pasar di Indonesia.

“Karena di kantor pusat kita sudah fokus ke new energy vehicle,” kata dia.

Glory i-Auto meluncur pada 2020 dengan terobosan anyar melalui beragam fitur canggih di dalamnya, salah satunya salah satunya i-Talk yang membuat pengemudi atau penumpang dapat mengoperasikan sistem tertentu dengan memberi perintah suara.

Mobil dibekali mesin 1.500 cc turbo yang menghasilkan 147 hp pada 5.600 rpm dan torsi 220 Nm di rentang 1.800 – 4.000 rpm. Luapan tenaga itu disalurkan ke roda melalui transmisi CVT.

Selain i-Talk, Glory i-Auto juga dibekali fitur lain seperti sistem kamera parkir 360°, sensor parkir depan belakang, sensor wiper otomatis, cruise control, dan sensor pembuka bagasi otomatis.

(ryh/fea)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Embodyment Salon]

Baca lagi: 5 Rekomendasi Film Indonesia Baru Tayang Akhir Juni 2026 di Bioskop

Baca lagi: DPRD Kota Bandung Sahkan Perda Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko

Baca lagi: FOTO: Jepang Sulap Minyak Jelantah Jadi Avtur Ramah Lingkungan

86 Responses

  1. Tulisan ini benar-benar membuka mata saya. Saya pernah mencoba strategi serupa namun gagal karena tidak memperhatikan urutan langkah yang benar seperti yang dipaparkan secara runtut dalam artikel ini.dara 88 link alternatif

  2. Membaca bagian pertengahan artikel ini membuat saya menyadari bahwa pendekatan lama yang saya gunakan sudah usang dan butuh penyegaran total. Terima kasih atas panduan dan wawasan barunya! ajslot 88

  3. Tulisan yang sangat komprehensif ini benar-benar memuaskan rasa ingin tahu saya. Pemaparan dari latar belakang masalah hingga pencarian solusi disusun dengan alur yang sangat elegan. Pembaca benar-benar dituntun untuk memahami gambaran besarnya secara utuh. link alternatif

  4. “Saya sangat tertarik dengan poin di pertengahan artikel yang menyoroti tentang pentingnya kesadaran kolektif. Berdasarkan pengalaman saya di lapangan, teori yang Anda jabarkan ini sangat selaras dengan praktik nyatanya. Memang sering kali kita melupakan aspek fundamental tersebut, dan tulisan Anda kembali mengingatkan saya (dan pastinya banyak pembaca lain) untuk kembali fokus pada hal-hal yang esensial.” untung88

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: